jump to navigation

Pemasaran ala Pemerintah? 19 November, 2008

Posted by mth in perspektif teoritik, public relations.
Tags:
1 comment so far

Lembaga-lembaga publik, khususnya pemerintah memiliki beragam cara dan metode untuk mengomunikasikan program dan citra lembaganya kepada publik dan masyarakat luas. Saat ini banyak strategi dan program komunikasi disusun sendiri ataupun dengan bantuan pihak ketiga yang diarahkan untuk mengedukasi publik. Beberapa produk telah bisa dilihat oleh publik dan masyarakat luas dalam bentuk iklan, advetorial, features, dan kegiatan komunikasi langsung. Mungkin bagi sebagian pihak hal inilah yang dimaknai sebagai bagian dari pemasaran ala pemerintah (government marketing).

Terlepas dari definisi dan kegiatan lainnya. Kegiatan dalam pemasaran ala pemerintah tentu tak bisa mengabaikan komunikasi publik. Komunikasi publik merupakan istilah lain dari kampanye publik yang menggunakan media, pesan, mengorganisasikan akitivitas komunikasi demi tercapainya tujuan individu atau kelompok tertentu dalam satuan waktu tertentu (Liliweri, 2008).

Rancangan aktivitas tersebut bertujuan mempengaruhi perubahan persepsi dan sikap individu, kelompok, atau masyarakat. Untuk memaksimal peluang mencapai sukses komunikasi publik maka para perancang mengkoordinasikan pemanfaatan media dengan komunikasi antarpersonal, atau memanfaatkan saluran komunikasi yang berbasis pada komunitas.

Ciri spesifik komunikasi publik adalah perhatian penting pada konteks public affairs. Artinya, setiap rencana dan aktivitas dalam komunikasi publik harus dapat didayagunakan untuk memecahkan masalah sosial – kemasyarakatan, yang sebagian besar kebijakannya dipegang oleh pemerintah, maupun sektor swasta. Secara sederhana, komunikasi publik merupakan ancangan sebuah sistem komunikasi sosial yang bisa didayagunakan untuk memecahkan kompleksitas masalah sosial akibat perkembangan sistem informasi. (lagi…)

Foto Jurnalistik 13 November, 2008

Posted by rumakom in jurnalistik.
Tags: , ,
1 comment so far

Sebagai media komunikasi, foto jurnalistik masih tergolong muda usia.Media komunikasi yang mulai mengusung foto sebagai sajian utamanya adalah majalah Life sekitar tahun 30-an. Life dianggap sebagai media perintis kemajuan fotojurnalistik lewat lembaran halaman majalah yang sarat dengan foto-foto berkualitas. Media ini kemudian melahirkan fotografer dunia seperti Robert Capa.
Di Indonesia, pertumbuhan jurnalisme foto beriringan dengan perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Rekaman gambar proklamasi kemerdekaan RI atau sekuen penyobekan bendera Belanda menjadi sang saka merah putih adalah imaji-imaji yang telah menjadi ikon-ikon dalam sejarah Indonesia.
Gambar-gambar bersejarah tersebut bukan cuma hasil kegigihan sebuah sikap atau keberuntungan belaka, tapi juga dimungkinkan berkat kemunculan suatu formasi profesional yang dilandasi ketrampilan khusus, kecekatan, wawasan, keberanian dan komitmen yang mendalam.
Alex Mendur beserta rekan-rekannya di  IPPHOS dan Abdoel Wahab, sang perekam peristiwa penyobekan bendera adalah pewarta visual Indonesia pertama yang digembleng pendidikan kejuruan formal belanda dan Jepang, diasah oleh semangat kemerdekaan dan dibentuk dalam medan pertempuran. (lagi…)