jump to navigation

Tipe-Tipe Ilmu Pengetahuan dalam Khasanah Ilmu Komunikasi 30 Oktober, 2010

Posted by mth in perspektif teoritik.
trackback

Komunikasi sebagai ilmu sosial, mencakup pengertian tentang bagaimana orang membuat, bertukar, dan menerjemahkan pesan.  Pencarian pemahaman mengenai sejarah perkembangan teori-teori komunikasi berarti upaya melakukan kajian ontologis ilmu komunikasi. Sementara penelusuran perkembangan metodologi ilmu komunikasi artinya melakukan kajian epistemologis dan memahami dimensi-dimensi moral dan etika ilmu komunikasi merupakan bagian kajian aksiologi ilmu komunikasi .

Littlejohn membagi tipe pendekatan penyelidikan ilmu komuniaksi dalam tiga mazhab, yakni mazhab ilmiah (scientific scholarship), mazhab humanistik (humanistic scholarship) dan mazhab ilmu sosial (social scholarship) (Littlejohn dam Foss, 2008: 7).

 

Scientific Scholarship atau Mazhab ilmiah

Mazhab ini yang identik dengan obyektifitas dan karenanya ada pula standardisasi. Implikasinya setiap kali studi ilmiah dilaksanakan, hasilnya akan tetap sama.  Asumsi dasar tradisi scientific atau positivistik tentang realitas adalah tunggal, dalam artian bahwa fenomena alam dan tingkah laku manusia itu terikat oleh tertib hukum. Fokus kajian-kajian positivis adalah peristiwa sebab-akibat (Mulyana, 2001: 25). Dalam hal ini, positivisme menyebutkan, hanya ada dua jalan untuk (1) verifikasi langsung melalui data pengindera (empirikal); dan (2) penemuan lewat logika (rasional).

Pendekatan metodologi scientific antara lain empirisme, rasionalisme, behavioristik, behavioral, struktural, fungsionalisme, mekanistik, deterministik, reduksionis, dan sistemik. Para penggagas dan pengembang metode ini antara lain Paul F. Lazarsfeld, Bernard Berelson, Robert K. Merton, Wilbur Schramm, hingga Shannon dan Weaver. Beberapa tokoh itu terkenal dengan komunitasnya dikenal yang bernama Mazhab Chicago.

Komponen-komponen pokok teori dan metodologi antara lain (1) metode penelitian kuantitatif, (2) sifat metode obyektif, (3) penalaran deduktif dan hipotetik. Beberapa model penelitian komunikasi dalam tradisi ini antara lain model mekanistis, model komunikasi Shannon dan Weaver, pendekatan behaviorisme, analisis isi klasik-kuantitatif, dan lain-lain.

Humanistic Scholarship atau Mazhab humanistik

Aliran ini yang diasosiasikan dengan subyektifitas, yang mengutamakan kreatifitas manusia. Tujuannya adalah bagaimana memperoleh pengertian dari kasus orang per orang. Asumsi dasar pendekatan humanistik mengenai realitas adalah jamak individual. Hal itu berarti bahwa realitas  atau perilaku manusia tidak tunggal melainkan hanya bisa menjelaskan dirinya sendiri menurut unit tindakan yang bersangkutan. Fokus kajian pendekatan ini adalah tindakan-tindakan manusia sebagai ekspresi keputusan.

Beberapa pendekatan metodologi yang digunakan antara lain interaksionisme simbolik, fenomenologi, etnometodologi, dramaturgi, hermeneutika, semiotika, teori feminisme, marxisme sartrian, teori kritis, pasca-strukturalisme, dekonstruktivisme, dan teori paska-kolonialis  (Mulyana dalam Eriyanto, 2002: IV). Aliran pemahaman ini berasal dari sejumlah ilmuan, antara lain: Max Weber, Charles Horton Cooley, George Hebert Mead, William I. Thomas, Ervin Goffman, dan lain-lain.

Komponen-komponen pokok teori dan metodologi post-positivis adalah  (1) metode penelitian  kualitatif, (2) sifat metode subyektif, (3) penalaran induktif dan interpretatif. Metode penelitian komunikasi yang tercakup dalam paham antara lain interaksionisme simbolik, analisis framing, analisis wacana, dan analisis semiotika.

Social Scholarship atau Mazhab ilmu sosial

Mazhab ini melakukan pengamatan dan menerjemahkan pola-pola perilaku manusia, ilmuwan sosial menjadikan manusia sebagai obyek studinya. Pemahaman fakta tentang pola-pola perilaku itu harus tampil seobyektif mungkin. Namun menerjemahkan fakta tentang subyek manusia bisa sangat rumit sebab manusia pada dirinya sendiri adalah makhluk yang aktif dan selalu mencari pengetahuan. Akhirnya isu filosofis yang mendasari ilmu sosial menjadi sangat penting  untuk menjelaskan.

            Salah satu asumsi dasar yang ada dalam mazhab ini adalah kritisme yang melihat bahwa setiap realitas didominasi oleh status quo. Dalam artian tidak ada aspek kehidupan yang bebas dari kepentingan, termasuk ilmu pengetahuan. Kesemuanya berada dalam dominasi status quo. Aliran pemahaman kritis ini diinspirasi oleh pemikiran Karl Marx. Namun paham ini hanya sedikit berbicara tentang Marxisme (Sendjaja, 1994: 392-396). Faham kritisme merupakan merupakan pilar utama mazhab frankfurt. Selanjutnya ditindaklanjuti oleh Juergen Habermas dengan fokus kajian sistem tindakan komunikasi manusia atau teori tindakan komunikasi.

Komponen penting dalam tradisi ini adalah (1) metode penelitian analisis sejarah sosial (social history analysis), (2) sifat kritis, (3)  penalaran dialektika dan meta-theoritical discourse.  Tokoh aliran ini antara lain Max Horkheimer, Theodore Adorno, Hebert Markuz, dan Juergen Habermas.

Metode penelitian dalam paham ini belum populer penggunaannya dalam penelitian komunikasi. Seperti dikemukakan oleh Habermas sendiri, diskusi tentang metode dan teori tindakan komunikasi adalah proses yang tidak pernah berakhir dan sama sekali belum sampai pada suatu konsensus (Habermas, 2004: vii).

Bahan Bacaan:

Eriyanto, 2002, Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Kata Pengantar oleh  Deddy Mulyana. Yogyakarta: LKiS.

Habermas, Juergen. 2004. Krisis Legitimasi. Terjemahan Yudi Santoso. Yogyakarta: Penerbit Qalam.

Littlejohn, Stephen W dan Foss, Karen A. 2008. Theories of Human Communications Ninth Edition. Belmont: Thomson Wadsworth.

Miller, Katherine.  2005. Communication Theoris, Perspectives, Processes, and Context. Second Edition.

Mulyana, Dedi. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sendjaja, Sasa Djuarsa. 1994. Materi Pokok Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: