jump to navigation

Komunikasi Efektif 7 Agustus, 2007

Posted by rumakom in perspektif praktis.
trackback

Kegiatan komunikasi sudah menjadi sebagian besar kegiatan kita sehari-hari, mulai antar teman/pribadi, kelompok, organisasi atau massa. Kalau lebih teliti lagi banyak kegagalan dari komunikasi yang kita lakukan. Bisa jadi bentuknya karena tujuan yang kita inginkan belum tercapai. Bukan tujuan komunikasi secara egois loh. Tetapi tujuan komunikasi yang lebih pada, tidak adanya saling kesepahaman, belum bertambahnya informasi, serta ada usaha perubahan tingkah laku pada orang atau teman kita itu. Yang terkadang tidak hanya diartikan persetujuan.

Komunikasi

Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktivitas pertukaran ide atau gagasan.  Secara sederhana, kegiatan komunikasi dipahami sebagai kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut.

Elemen-elemen yang terdapat dalam komunikasi adalah:
- Komunikator    : orang yang menyampaikan pesan
- Pesan                 : ide atau informasi yang disampaikan
- Media                : sarana komunikasi
- Komunikan       : audience, pihak yang menerima pesan
- Umpan Balik     : respon dari komunikan terhadap pesan yang diterimanya 

Dalam kehidupan nyata mungkin ada yang menyampaikan pesan/ ide; ada yang menerima atau mendengarkan pesan; ada pesan itu sendiri; ada media dan tentu ada respon berupa tanggapan terhadap pesan.  Secara ideal, tujuan komunikasi bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan.  

Fungsi  Komunikasi
- Membangun Konsep Diri (Establishing Self-Concept)
- Eksistensi Diri (Self Existence)
- Kelangsungan Hidup (Live Continuity)
- Memperoleh Kebahagiaan (Obtaining Happiness)
- Terhindar dari Tekanan dan Ketegangan (Free from Pressure and Stress)

William I. Gorden, Communication : Personal and Public,1978 

Persepsi : Inti Komunikasi 

Kesan adalah nuansa rasa manusia kepada obyek tertentu; obyek itu bisa barang bisa orang. Kita terkesan, karena ada sesuatu yang menarik dari obyek tersebut. Kita bisa terkesan kepada orang karena bermacam-macam; bisa karena wajah cantiknya, tampan, berkumis; bisa karena kata-katanya, karena janjinya, dan sebagainya.  Membuat kesan yang baik, berarti kita harus berbuat dan bersikap tertentu yang membuat agar orang lain tertarik.     

Persepsi didefinisikan sebagai interpretasi bermakna atas sensasi sebagai representatif obyek eksternal. Proses menafsirkan informasi indrawi. Jika persepsi kita tidak akurat kita tidak munglkin bisa berkomunikasi secara efektif.Rudolp F.Verdeber, Communicate, 1978   

Proses mencapai kesepakatan (Sharing of meaning), lazimnya berlangsung secara bertahap. Karena itu, lebih awal kita perlu memperhatikan  5 (lima) sasaran pokok dalam proses komunikasi, yaitu:

  1. Membuat pendengar mendengarkan apa yang kita katakan (atau melihat apa yang kita tunjukkan kepada mereka)
  2. Membuat pendengar memahami apa yang mereka dengar atau lihat
  3. Membuat pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau tidak menyetujui apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar)
  4. Membuat pendengar mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud kita dan maksud kita bisa mereka terima
  5. Memperoleh umpan balik dari pendengar

Tentu tidaklah mudah untuk membuat sebuah komunikasi berjalan dengan menghasilkan kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena, salah satu prinsip dalam berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan pokok dalam mencapai tujuan. Berikut matrik tujuan dan kesulitan dalam proses komunikasi. 

Tujuan Kesulitan
MENDENGAR -       Orang sulit memusatkan perhatian baik pada kata yang tertulis maupun terucap untuk waktu yang lama
-       Orang kurang memiliki perhatian pada apa yang bagi mereka tampak kurang penting
MEMAHAMI -       Orang memiliki asumsi berdasarkan pengalaman masa lalunya
-       Orang sering tidak memahami jenis bahasa yang dipakai pembicara
-       Orang lebih mudah salah mengerti saat mereka mendengar tanpa melihat
-       Orang sering sudah menarik kesimpulan padahal kita belum selesai bicara.
MENYETUJUI -       Orang sering merasa curiga terhadap orang lain yang sedang sedang membujuk mereka
-       Orang tidak suka jika dibuktikan bersalah
BERTINDAK -       Tidak mudah bagi banyak orang untuk mengubah kebiasaan mereka
-       Orang merasa takut akan akibat dari pengambilan tindakan yang keliru
-       Banyak orang tidak suka mengambil keputusan
UMPAN BALIK -       Beberapa orang sering dengan sengaja menyembunyikan reaksi dan apa yang sesungguhnya mereka pikirkan
-       Penampilan dapat bersifat memperdaya -anggukan kepala, mungkin tidak selalu tanda setuju dan mengerti, karena bisa digunakan untuk menutupi ketidak tahuan atau keragu-raguan.

Jika menyimak matrik di atas, sebetulnya kesulitan itu biasa dialami dialami oleh penyampai ide maupun penerimanya. Persoalannya bagaimana kita mengatasi kesulitan itu. Komunikasi Efektif Joseph de Vito, pakar komunikasi menyebut ada 5 kualitas umum yang dipertimbangkan untuk efektifitas sebuah komunikasi. Kualitas ini antara lain: 

Kualitas Komunikasi Deskripsi
Openess Adanya keterbukaan
Supportiveness Saling mendukung
Positiviness Bersikap positif
Emphaty Memahami perasaan orang lain
Equality Kesetaraan

Namun demikian, yang paling mendasar dalam sebuah kegiatan komunikasi adalah adanya rasa saling percaya. Kalau sudah percaya, biasanya apapun yang dikatakan pastilah diterima! Satu hal lagi, efisiensi. Komunikasi yang efisien adalah komunikasi yang tidak membutuhkan upaya besar agar mencapai tujuannya.  

Kualitas komunikator

Partisipasi merupakan modal dasar untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif. Karenanya  dibutuhkan kemampuan komunikasi efektif. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk berbagi ide, mengkritik dari semua aspek, mendorong dan merangsang imajinasi, menolak buah pikiran yang kurang tepat, dan mengenal sejak dini solusi yang mungkin bisa diambil.  

Kualitas komunikator efektif

Menilai Orang Tahu mana yang penting dan menghargai kontribusi orang lain
Mendengarkan secara Aktif Berusaha keras memahami keinginan dan masalah orang lain
Bijaksana Memberikan kritik secara halus. konstruktif dan hormat
Memberikan pujian Menghargai orang lain dan kontribusi mereka di depan umum
Konsisten Mengendalikan suasana riang; memperlakukan sama bagi semuanya: tidak favorit
Mengakui kesalahan Kemauan untuk mengakui kesalahan
Memiliki rasa humor Mempertahankan posisi yang menyenangkan dan pendekatan yang enak
Memberi contoh yang baik Melakukan apa yang diharapkan orang lain
Menggunakan bahasa Jelas, Lugas, dan Tepat Kata-kata yang lazim, konkret, pemberian petunjuk, yang menyentuh perasaan penyimak. Hindari kata-kata bercita rasa buruk, kata-kata langsung

Ketika berkomunikasi, kita pasti memiliki persepsi tertentu pada pendengar begitu pula sebaliknya. Kekeliruan yang sering terjadi dalam berkomunikasi adalah ketika seseorang menyampaikan informasi dengan ukurannya sendiri. Ini harus dihindarkan karena komunikasi senantiasa melibatkan orang lain.

Ahli komunikasi berpesan jika akan berhasil, maka rumusan kunci yang harus dipegang  adalah “Know your audience!” – ketahuilah siapa yang Anda ajak bicara. “Seorang komunikator yang dialogis harus mencoba mengenali dan memperkecil kecenderungannya terhadap manipulasi, keegoisan, dan obyektivasi orang lain”.Johannessen, R.L., Ethics in Human Communications, 1983 

Meningkatkan kemampuan menyimak secara efektif :
-    Memberikan perhatian
-    Memahami komunikasi verbal dan non verbal
-    Meningkatkan kemampuan dalam memahami symbol verbal dan non verbal dengan menambah referensi  pemahaman
-    Menyimak untuk menganalisa dan mengevaluasi
-    Meningkatkan keahlian menyimak antarpersonal 

Hambatan-hambatan komunikasi yang sering terjadi adalah: 

Jenis Hambatan Deskripsi
Fisik Hal menyangkut ruang fisik, lingkungan
Biologis Hambatan karena ketidaksempurnaan  anggota tubuh
Intelektual Hambatan yang berhubungan dengan kemampuan pengetahuan
Psikis Hambatan yang menyangkut faktor kejiwaan, emosional, tidak saling percaya, penilaian menghakimi
Kultural Hambatan yang berkaitan dengan nilai budaya, bahasa,

Sebetulnya, kesulitan berkomunikasi yang paling besar berada dalam diri kita sendiri. Kurang yakin, kurang percaya diri, memandang orang lain kurang, lebih mendominasi, apalagi tinggi hati adalah sesuatu yang harus di swicth dan melatih kebalikannya.  

“Anda akan mampu menyusun pikiran anda dengan lebih mudah dan lebih efektif jika Anda mengingat-ngingat struktur pembicaraan : Apa yang akan dibicarakan, isi pembicaraan dan Apa yang telah anda bicarakan”.Larry King, Seni Berbicara, 2003  

Ternyata berkomunikasi tidak semudah yang kita bayangkan, upaya terus-menerus harus dilakukan untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan. Itupun tidak cukup, ketrampilan tersebut perlu di asah terus dan senantiasa mengetahui perkembangan dan wacana mereka. Selamat berkomunikasi, semoga lebih komunikatif!

Disampaikan sebagai bahan bacaan dalam Diskusi Pra LKMM Stikosa-AWS, Sabtu, 17 September 2005
(dewi s. tanti)
About these ads

Komentar»

1. pican - 30 September, 2007

bagus

2. ddy - 22 Oktober, 2007

cukup bagus.
kalo bisa dimuat juga materi dari Roger, M Evveret ; Roger dan Kincaid, dll.
thanx…

3. mth - 23 Oktober, 2007

akan kita coba usahakan rangkumannya, jika ada materi milik anda yang bisa dibagi melalui blog ini silahkan kirim ke email kami. Sukses selalu.

4. takoer - 26 November, 2007

bagus neh maksih juga bisa ngebantuin buat tugas
heheh

5. purple_sky - 27 November, 2007

thank’s…. tugasqu akhirnya kelar….!!!!!!!

6. Takasido - 29 Desember, 2007

hi ni sp ya…….
makacih ya berkat bantuan ente tugas ane bisa kelar niE…

7. musa - 15 Februari, 2008

terimakasih atas informasimu

8. Evelynaleen - 26 Maret, 2008

Terimakasih sudah membantu penulisan skripsi saya

9. reno laila fitria - 29 Maret, 2008

Keren deh penjelasannya…Ketika kita bicara tentang komunikasi efektif, sebetulnya sedikit banyak kita harus berbicara tentang proses penerimaan pesan. DeVito dalam bukunya The Interpersonal Communication Book membahas tentang Message Reception Process. Secara detil ia membahas proses penerimaan pesan dari berbagai sudut pandang. Mulai dari si pengirim hingga si penerima. Ketika kita sudah paham apa itu proses penerimaan pesan maka memahami apa itu komunikasi efektif dan mencapainya akan lebih mudah… (oh iya, tetap harus latihan lho, gak bisa kita sekali dua kali baca teori terus semudah membalikkan telapak tangan, tiba2 kita bisa membuat komunikasi kita jadi efektif…hehehe3)…

10. hijratul qolbiah - 11 April, 2008

thanks..
ini demi tugas saya minta yachhh….

wass.

11. umMu habiBah - 17 April, 2008

tHankyOu……….

12. materi kuliah « Hijratulq’s Weblog - 6 Mei, 2008

[...] Komunikasi Efektif [...]

13. betty - 20 Juni, 2008

bagus yaaah

14. bertiana lero kaka - 20 Juni, 2008

baguus yach,, ga mempersulit mahasiswa deh..

15. danie - 1 Agustus, 2008

makasih.. jadi bisa mengerti.,

16. ayu saras - 2 September, 2008

thanx…penjelasannya “gamblang” bgt…!!!^_^

17. rozyee - 6 September, 2008

Makasih banyak yah….
eheheh dah ngebantu tugas kuliah …..hahahaha

18. nia - 16 September, 2008

Thanks for all,,,tugas saya jadi mudah…..

19. athe' - 23 Oktober, 2008

Kayaknya saya juga bisa pake penjelasan yang ini untuk bahan saya
ngajar neh..

20. meta - 10 November, 2008

bisa kasih aku penjelasan yang cukup detail tentang kualitas komunikasi yang efektif ngga? karena kalo di artikel kan cuma arti. sebelum dan sesudahnya thx.

21. girald - 18 November, 2008

Thanks atas penjelasannya,krn saya jd mudah nyari bahan kuliah…..

22. Baby - 30 November, 2008

thank’s uda bantu nyelesai’in tugas,,,, haha
it’s ok kog!!

23. Loetfia Dwi Rahariyani - 7 Januari, 2009

kalau punya info tentang komunikasi terapeutik bagi doong….

24. muhammadsugiono - 9 Januari, 2009

ehm…
good content
thanx ya

25. ciecie - 9 Februari, 2009

infonya bagus banget, boleh ya disadur buat bahan tulisan

26. widya nursidik - 18 Februari, 2009

bagussssssssssssssssssss buangeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttt deh infox…………………………………….

27. priska kalangi - 18 Februari, 2009

Thankkkkkkkkkkkkkkkk youuuuuuuuuuuuuuuuu
bikin tugas qt jdi gampang deh…………………

28. julio moreira - 27 Februari, 2009

tolong jelaskan ada berapa macam komunikasi katanya ada komunikasi searah/satu arah toloooooong please

29. achii - 16 Maret, 2009

waa terima kasih yha sebelumnya. tulisannya cukup inspiratif untuk bahan presentasi saya pagi ini =)

30. fura - 17 Maret, 2009

makasih ya
akhirnya tugasku siap jg
krna ada blog ini

31. M.S. Hadiarsa - 20 Maret, 2009

mbak dewi pnah main k Stikosa ,,
br slsai bc tulisan d atas,,,tnyata tu buat lkmm kampus q dulu,,

ato mbak alumni stikosa ?

32. Thea Mira - 21 Maret, 2009

Thanks buat infonya, udah bantu aku untuk bahan skripsi

33. Tiafahmi Angestiwi - 28 Maret, 2009

pengen studi kasusnya juga dong jadi lebih bisa mengaplikasikan.,..
thX

34. Daniel Tatang Eff - 30 Maret, 2009

Terima kasih, sangat membantu sehingga saya lebih dipersiapkan untuk menyelesaikan tugas lebih lengkap.

35. icha - 5 April, 2009

tulisannya bagus.
makasi karena tulisan ini sy pakai untk referensi tugas sekolah :)

36. 9oliwet - 20 April, 2009

ikut ngelink..and baca kembali bu..^^

37. Emoticon itu…komunikasi… « 9oliwet’s Weblog - 20 April, 2009

[...] saja kita tahu kenapa kita dikasih dua telinga dan satu mulut… Ketiga…uhmm..kunjungi ini ja deh biar lebih ngerti.. Kalau aku sampai saat ini baru mpe tahap 2..dan diulang2 kembali [...]

38. Cut Rosalia Malahayati - 21 April, 2009

Komunikasi adlh segalanya..

39. kurmiyati - 2 Mei, 2009

:) lumayan…ada bahan tambahan tuk diskusi……
makasiy………:)

40. Galih - 9 Juni, 2009

mas…..minta ijin buat copy ini file……..hehehehehehehehe

41. sangidun - 18 Juni, 2009

komunikasi merupkan hal yang sangat penting dalam kehidupan, apabali bila bekerja secara team, wah stelah baca jadi dapat inpirasi dalam berkomunikasi efektif, terimaksih

42. kurnia - 28 Juli, 2009

bagus juga tambah wawasan infonya

43. adityonoegroho - 5 Agustus, 2009

thanks berat,,
kebantu banget gw

44. Gery Fernanda - 10 September, 2009

pada dasarnya konsep komunikasi sama antara satu penulis dgn penulis lainnya, cuman BEDA-BEDA MIRIP.
ho`o ra boz?!

45. salmon - 11 September, 2009

Makasih banyak, saya memang lagi buat makalah tentang komunikasi yang efektif, sangat membantu………………

46. rischa - 11 Oktober, 2009

cihuuuuuyyy…. cari tugas makin mudah,.

47. ren - 13 Oktober, 2009

syukran

48. ika - 20 Oktober, 2009

ijin copas ya…
^^

49. aisyah - 28 Oktober, 2009

BAGUs,aq jg jd pengen jd penulis yg pintar kyk anda…

50. ngikut komen ajah - 7 November, 2009

bwt penulis
artikelnya cukup padat materi dan bisa jadi referensi

sekadar menambahkan
menurut pengamatan saya materi yg disampaikan lebih bersifat pemaparan atau eksposisi
mungkin diperlukan pendekatan lain yang lebi bersifat penciptaan teknik (alat bantu memanipulasi berbagai kesulitan menjadi kemudahan dalam berkomunikasi,hal in lebih berkaitan dengan kreativitas pemilihan sikap berdasarkan kondisi riil yg didapat atau diprediksi dari sebuah proses komunikasi)

yang paling mencolok adalah pemaparan yang disampaikan lebih melihat berbagai faktor yg mungkin dialami si komunikator

saya fikir kita juga bisa memanfaatkan kondisi yg dialami partner komunikasi kita sebagai alat bantu pengambilan sikap yg tepat seperti misalnya menakar tingkat superioritas dan inferioritas,siapa yg lebih butuh dan yang dibutuhkan(baik untuk pemenuhan kebutuhan psikologis maupun teknis)

tapi overall semua pemaparan diatas mencerminkan niatan memperkaya pengetahuan dan pemahaman tentang faktor2 yg berperan dalam komunikasi
moga kedepannya bisa menghadirkan teknik komunikasi dengan tingkat redundansi yg lebih baik dan terpola

salam buat semua pemerhati komunikasi yg efektif

51. man gor - 9 November, 2009

Artikel anda cukup lumayanlah, tapi akan lebih baik jika diikuti dengan kutipan-kutipan secara ilmiah. Kemudian dismpulkan dengan gamblang komunikasi efektif itu sesungguhnya seperti apa, kalau dapat diikuti dengan contoh. Lalu didalam berkomunikasi sering terjadi hambatan-hambatan (barriers) akan lebih sip jika dibahas pula. Trims !

52. wahjoetanoto - 16 November, 2009

very good,i lie you contec

53. ILA Amq - 28 November, 2009

Alhmdlh.. It’s very gööd, lengkap deh materi presentasi Q tuk TOT besok.. Thank yach..

54. v_moetzblog » Blog Archive » kOmunikasi efektif.. - 29 Januari, 2010

[...] Komunikasi Efektif [...]

55. GADIS BASAHKUYUP - 13 Maret, 2010

BAGUS BANGED!!!!!
BANTU BANGED INI TULISAN!!!!
TOP ABIS!!!!

56. nisa - 22 Maret, 2010

thanks yaw atas infonya..
ngebantu tugas ane -:)……..

57. Reika - 4 Mei, 2010

komunikasi indisipliner itu apa sih?

58. ashma - 29 Januari, 2011

Wah, saya tertarik dengan artikel di atas. Mohon izin di share ke teman-teman… Tapi saya akan menautkan link anda. Trims…

59. Dedi Mukhlas - 13 Februari, 2011

Wow, mantap gan….nice info. Oke…Main-main ke blog ane juga gan…Oke

60. ari h - 12 Maret, 2011

ijin copas ya om

61. Apakah Kemampuan Komunikasi memang Dibutuhkan untuk Lulusan IT? -part 2- « superpikar - 20 Maret, 2011
62. aya - 24 Maret, 2011

Thank’s

63. rio - 7 April, 2011

good bisa membantu mahasiswa dlam membuat tugas…… hehehehe

64. Asnawin - 15 April, 2011

artikelnya bagus, mohon izin sy copas untuk keperluan perkuliahan….

65. rizki - 20 Mei, 2011

thannk u bgt nih membantu..

66. kardi - 7 Juli, 2011

sip, tks..

67. ketut Ariani - 23 Juli, 2011

saya mohon izin copy untuk bahan kuliah , terima kasih

68. Administrasi Perkantoran - 16 September, 2011
69. iyus - 5 Juni, 2012

Bagus skl artikelnya. Mohon bantuannya lebih lagi

70. sikill - 22 Juli, 2012

artikelnya bagus,sangat membantu sekali dalam penyusunan skripsi saya.ijin copas.. thanks

71. Ditje - 10 Agustus, 2012

artikelnya sangat bagus, mohon ijin copy untuk tugas anak :)

72. cewe alpukat - 29 November, 2012

membantu sangat.stikosa aws

73. ikeda-naika.net - 24 Mei, 2013

Please let me know if you’re looking for a writer for your blog. You have some really great posts and I think I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d love to write
some material for your blog in exchange for a link back to mine.

Please send me an e-mail if interested. Regards!

74. selfina - 10 Agustus, 2013

Makasih pak, artikelnya bagus,mudah dimengerti, karena sistimatis, bukan berupa naratif atau diskriptif

75. konsultan seo - 15 April, 2014

Hello, after reading this amazing paragraph i am
also glad to share my experience here with
colleagues.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: